MANFAAT KAYU MANIS (Cinnamomum
burmannii UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI
Disusun Oleh :
Astri Sri Rejeki Sitorus
1712901198
HUT 4 C
PROGAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
Puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun Makalah yang berjudul “Manfaat Kayu Manis (Cinnamomum
Burmannii) Untuk
Meningkatkan Nilai Ekonomi”
Dalam menulis makalah
ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada Dr. Agus
Purwoko S.Hut., M.Si. selaku dosen
penanggungjawab.
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai
penambah wawasan bagi semua masyarakat terkhususnya bagi pembaca tentang Manfaat ekonomi dari kayu manis .
Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari para
pembaca sekalian demi penyempurnaan makalah ini.
Medan,
April 2019
Penulis
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia
merupakan negara penghasil rempah utama di dunia. Rempah yang dihasilkan di Indonesia diantaranya adalah
lada, pala, kayu manis, vanili, dan cengkeh. Rempah-rempah dapat digunakan
dalam bentuk segar atau kering untuk perasa, aroma, dan untuk pewarna pada
berbagai industri. Rempah-rempah merupakan salah satu komoditas penting yang
berpengaruh dalam perdagangan dunia sejak ratusan tahun yang lalu. Begitu
pentingnya produk rempah-rempah sehingga nilainya dianggap setara dengan logam
mulia. Berdasarkan kajian BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional), pasar
rempah dunia untuk Uni Eropa rata-rata mengalami peningkatan sembilan persen
setiap tahun.
Saat
ini perdagangan rempah berkembang pesat. Perkembangan tersebut distimulasi oleh
pertumbuhan ekonomi negara negara Asia dan negara maju, yang direpresentasikan
melalui pertumbuhan konsumsi makanan siap saji,
peningkatan kesadaran masyaraka terhadap kesehatan dan manfaat rempah
perkembangan wisata kuliner, di mana ikon makanan khas suatu negara menjadi branding
untuk menarik devisa negara, misalnya rendang (Indonesia), nasi lemak (Malaysia),
laksa (Singapura), tom yum (Thailand), dan adobo (Filipina), serta
perubahan budaya, di mana makan di restoran menjadi bagian penting dalam
bersosialisasi.
Sebagai
komoditas ekspor, produk rempah Indonesia mempunyai daya saing yang tinggi
karena memiliki keunggulan mutu dibandingkan dengan negara pesaing. Selain itu
industri yang menggunakan rempah sebagai bahan bakunya mampu menyerap tenaga
kerja lebih dari 15 juta jiwa baik sebagai petani, karyawan industri, maupun
sebagai pedagang. Meningkatnya nilai ekspor dan peran rempah-rempah tersebut
menunjukkan bahwa sektor ini merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai
prospek dikembangkan sebagai penghasil devisa negara.
Kayu
manis merupakan salah satu dari sepuluh produk ekspor rempah yang potensial. Total
ekspor kayu manis Indonesia pada tahun 2005 adalah sebesar 37.192 ton, dan
meningkat pada tahun 2009 sebesar 38.361 ton. Meskipun total ekspor Indonesia
mengalami peningkatan, namun China merupakan negara dengan jumlah ekspor
terbesar yaitu sebesar 41.778 ton pada tahun 2009. Prospek pasar dan potensi
pengembangan kayu manis cukup menjanjikan karena penggunaannya mengalami
perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuhnya industri makanan dan
minuman yang menggunakan bahan baku rempah, serta penggunaannya untuk bahan
baku industri terutama rokok, obat, kosmetik, dan industri spa.
Kayu
manis tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia yaitu di Pulau Sumatera,
Pulau Jawa, dan Kalimantan. Di Pulau Sumatera tersebar di sepanjang pegunungan
Bukit Barisan, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu
sampai ke Lampung. Di Pulau Kalimantan penghasil kulit manis yang terkenal terdapat
di Kalimantan Selatan, Kabupaten Barabai dan Kabupaten Kandangan, di sepanjang
punggung Pegunungan Meratus. Sementara di Jawa, penghasil kayu manis yang
terkenal antara lain Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Namun,
sentra produksi kayu manis Indonesia 3 terdapat
di Kabupaten Kerinci, Jambi karena merupakan pemasok 80 persen dari total
ekspor kayu manis.
Sebagai
komoditi ekspor Kayu manis merupakan
salah satu jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber minyak atsiri.
Kayu manis yang selama ini dikenal sebagai penyedap masakan dan pengharum
makanan, sebetulnya mengandung senyawa aktif yang dapat menangkal kanker hati
ganas, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, serta menolong para pengidap
diabetes mellitus oleh sebab itu komoditi kayu manis mempunyai manfaat ekonomi
yang besar, bagi petaninya maupun bagi negara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
taksonomi dari kayu manis?
2. Apa
saja produk olahan dari kayu manis yang dapat dijual dan Bagaimana cara
membuatnya?
3. Apa
saja manfaat dari kayu manis tersebut?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui taksonomi dari kayu manis
2. Untuk
mengetahui produk olahan dari kayu manis dan bagaimana cara pembuatannya
3. Untuk
mengetahui manfaat dari kayu manis
ISI
2.1 Taksonomi kayu manis
Taksonomi
dari tanaman kayu manis asal Indonesia adalah sebagai berikut
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisio : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
Class : Magnoliopsida (Berkeping dua)
Ordo : Laurales
Family : Lauraceae
Genus : Cinnamomum
Spesies : Cinnamomum burmannii
Tanaman kayu
manis berupa pohon, tumbuh tegak, dan tinggi tanaman dapat mencapai 15 meter.
Batang berkayu, bercabang, warna hijau kecokelatan, 10 daun tunggal, berbentuk
lanset, ujung dan pangkal meruncing, tepi rata, saat masih muda berwarna merah
tua atau hijau ungu, daun tua berwarna hijau, bunga majemuk malai, muncul dari
ketiak daun, berambut halus, mahkota berwarna kuning. Buah buni, warna hijau
waktu muda dan hitam setelah tua. Biji kecil, bentuk bulat telur. Kulit batang
mengandung dammar, lender, dan minyak atsiri yang mudah larut.
2.2 Produk olahan kayu manis dan cara pembuatannya
Kayu
manis
dapat diolah kedalam berbagai macam bentuk, seperti bubuk, olahan makanan,
minuman, minyak atsiri, campuran kosmetik, dan campuran bahan bahan spa, dan
lain sebagainya. Namun hanya sedikit dari masyrakat yang tau berbagai olahan
tersebut. Sehingga diindonesia sendiri masih kurang dalam mengembangkan
berbagai olahan produk dari kayu manis ini. Kayu manis sendiri mempunyai banyak
sekali manfaat pada tubuh manusia, karena kayu manis mengandung senyawa alkohol sinamat, kumarin, asam sinamat,
sinamaldehid, antosinin dan minyak atsiri dengan kandungan gula, protein, lemak
sederhana, pektin dan lainnya kemudian mengandung senyawa antioksidan
utama berupa polifenol (tanin, flavonoid) dan minyak atsiri golongan fenol, senyawa
sinamaldehida dan eugenol, dan beberapa
polifenol terutama proanthocyanidin dan epi-catechin.
Salah satu olahan yang
paling gampang cara membuatnya dan dapat dijual dengan harga tinggi adalah
olahan bubuk kayu manis. Olahan ini hanya memerlukan kayu manis itu sendiri
tanpa ada campuran olahan yang lain. cara pembuatannya adalah kayu manis
dijemur hingga kadar air yang terkandung pada air benar benar habis, kemudian
digiling menggunakan blender kemudian
dimasukkan kedalam kemasan, diberi lebel dan olahan bubuk kayu manis siap untuk
dipasarkan. Berdasarkan hasil survey, dengan mengolah kayu manis menjadi bubuk
dan dikemas dengan rapi, mampu meningkatkan harga jual dipasaran.
gambar minuman kayu manis
3.1
Manfaat dari kayu manis
Kayu manis mempunyai
banyak sekali manfaat. Terutama bagi tubuh manusia, manfaat seperti Tonic Otak aroma kayu manis
memiliki kemampuan untuk meningkatkan aktivitas otak. Ini membantu dalam
menghilangkan ketegangan saraf dan kehilangan memori. Pemurnian darah Kayu manis membantu
dalam menghilangkan kotoran darah. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk jerawat. Sirkulasi Darah Kayu manis membantu dalam sirkulasi darah karena
adanya senyawa pengencer darah
di dalamnya. Ini membantu sirkulasi darah secara signifikan dalam menghilangkan rasa sakit. Anti Inflamasi/ Nyeri Kayu manis juga
anti inflamasi. Ini membantu dalam menghilangkan kekakuan otot dan sendi hingga
mengurangi rasa nyeri. Diabetes Kayu manis memiliki kemampuan
untuk mengendalikan gula darah dan membantu penderita dalam menggunakan
insulin. Tonik pencernaan Kayu Manis sangat efektif untuk gangguan
pencernaan, mual muntah, sakit perut, diare dan perut kembung. Karena sifat
karminatif, itu sangat membantu dalam menghilangkan gas dari perut dan usus. Masalah pernapasa Kayu manis membantu
dalam dingin (cold), flu, influenza tenggorokan, sakit dan sesak nafas
BAB III
KESIMPULAN
1.
kayu manis asal
Indonesia mempunyai Taksonomi Kingdom:
Plantae (Tumbuhan) Divisio :Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga) Class: Magnoliopsida
(Berkeping dua) Ordo: Laurales Family : Lauraceae Genus: Cinnamomum Spesies: Cinnamomum burmannii
2.
Kayu manis
dapat diolah kedalam berbagai macam bentuk, seperti bubuk, olahan makanan,
minuman, minyak atsiri, campuran kosmetik, dan campuran bahan bahan spa, dan
lain sebagainya
3.
Kayu manis mempunyai banyak sekali
manfaat. Terutama bagi tubu manusia,
manfaat seperti Tonic Otak, Pemurnian
dara Sirkulasi Darah Anti Inflamasi, Diabetes
Tonik pencernaan dan Masalah pernapasan
DAFTAR PUSTAKA
Alfa. P. 2018. 5 Resep Minuman Hangat Berbahan Rempah, Hanya 5 Menit Meraciknya. Diakses dari https://www.grid.id/read/04192249/5-resep-minuman-hangat-berbahan-rempah-hanya-5-menit-meraciknya?page=all
Brief.
M. 2012.
Peluang Pasar Produk Kayu Manis Di Kanada. Kanada. Indonesian Trade Promotion
Center Vancouver.
Emilda.
2018. Efek Senyawa Bioaktif Kayu Manis Cinnamomum Burmanii Nees Ex.Bl.)
Terhadap Diabetes Melitus. Jakarta. Kajian Pustaka. Jurnal Farmasi UMI. 5(1) 246-252
Herman. I. 2015. Daya Saing Rempah Indonesia Di Pasar Asean Periode Pra
Dan Pas Ca Krisis Ekonomi Global. Jakarta. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan.
(9):2. 154-155


